• Latest
  • Trending
  • All
  • Opini
  • Berita
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Pemerintah
  • Lintas Daerah

Warga Mojoduwur Geruduk Kantor Desa, Tagih Janji Tambang Galian C

25 April 2026

Kartini Muda Beraksi: Noveriana, SH dan Tantangan Nyata Perempuan dalam Mengawal Hukum

22 April 2026

Bahlil Tegaskan Larangan Penimbunan BBM: Pemerintah Diminta Tegas, Pengawasan Diperketat

21 April 2026
ADVERTISEMENT

Gerak Cepat Polsek Menganti, Massa dari Luar Wilayah Dihentikan Secara Humanis

20 April 2026

Lonjakan Perceraian di Tulungagung, PKK Rejotangan Didorong Lebih dari Sekadar Seremonial

18 April 2026

Tabrak Lari di Gresik, Pengendara Tewas—Pelaku Kabur Tanpa Pertolongan

18 April 2026

Fakta Persidangan Mengguncang, Dugaan Cacat Prosedur di PT Rembaka Mengemuka

16 April 2026

Polres Gresik Bongkar Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi di Ujungpangkah

15 April 2026
Saturday, April 25, 2026
  • Login
Berita Karya
  • Home
  • Peristiwa
  • Bisnis
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lintas Daerah
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Bisnis
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lintas Daerah
No Result
View All Result
Berita Karya
No Result
View All Result
Home Berita

Warga Mojoduwur Geruduk Kantor Desa, Tagih Janji Tambang Galian C

AJi B.K by AJi B.K
25 April 2026 16:15
63 1

NGANJUK, JATIM I Beritakarya.com – Puluhan warga Desa Mojoduwur, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, mendatangi kantor desa pada Jumat (24/4/2026). Aksi ini merupakan bentuk protes sekaligus upaya menagih komitmen yang sebelumnya disepakati terkait operasional tambang galian C di wilayah mereka.

Warga dari Dusun Sanan dan Dusun Jatirejo menyuarakan keberatan atas dampak aktivitas tambang yang dinilai merugikan. Selain dugaan kerusakan infrastruktur jalan desa, debu dari lalu lintas kendaraan proyek disebut mengganggu aktivitas sehari-hari.

RelatedPosts

Kartini Muda Beraksi: Noveriana, SH dan Tantangan Nyata Perempuan dalam Mengawal Hukum

Bahlil Tegaskan Larangan Penimbunan BBM: Pemerintah Diminta Tegas, Pengawasan Diperketat

Aksi tersebut juga mengacu pada kesepakatan tertulis yang dibuat pada 10 Februari 2026, yang difasilitasi pemerintah desa dan disaksikan unsur Forum Pimpinan Kecamatan (Forpincam) Ngetos sebelum tambang mulai beroperasi.

Salah satu warga berinisial “Lk” mengungkapkan kondisi jalan yang rusak telah menimbulkan risiko bagi pengguna jalan, terutama saat musim hujan.

Ia menyebut, banyak pengendara yang terjatuh akibat kondisi jalan licin dan rusak, sehingga warga menilai perlu adanya tanggung jawab konkret dari pihak pengelola tambang.

Tuntutan warga tidak hanya sebatas perbaikan jalan, tetapi juga mencakup upaya pengurangan dampak lingkungan, seperti penyiraman rutin untuk mengendalikan debu.

“Minimal penyiraman dilakukan beberapa kali dalam sehari agar tidak terlalu mengganggu,” ujar salah satu warga dalam forum.

Selain infrastruktur, warga juga menyoroti belum adanya kejelasan terkait kompensasi yang sebelumnya menjadi bagian dari pembahasan awal.

Warga menegaskan bahwa mereka tidak menolak aktivitas usaha, namun meminta keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan kenyamanan masyarakat.

Mereka juga menyinggung peran pemerintah daerah agar lebih responsif terhadap kondisi yang terjadi di lapangan.

ADVERTISEMENT

Perwakilan pihak tambang, Novi, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada kesepakatan final terkait kompensasi.

Namun, pihaknya menyampaikan kesiapan untuk melakukan perbaikan jalan yang terdampak aktivitas operasional.

“Untuk perbaikan jalan kami siap. Terkait kompensasi, akan dimusyawarahkan kembali sebelum tambang beroperasi,” ujarnya.

Ia juga menyatakan bahwa pihak perusahaan terbuka untuk berdiskusi guna mencari titik temu yang dapat diterima semua pihak.

Hingga pertemuan berakhir, belum tercapai kesepakatan terkait kompensasi maupun langkah teknis lanjutan.

Musyawarah lanjutan direncanakan akan digelar sebelum aktivitas tambang kembali berjalan.

Peristiwa ini mencerminkan tantangan dalam pengelolaan aktivitas tambang di tingkat lokal, terutama terkait implementasi kesepakatan awal dan komunikasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat.

Publik kini menanti apakah proses dialog selanjutnya mampu menghasilkan solusi yang adil dan berkelanjutan, atau justru memperpanjang konflik di lapangan. (Alf)

Tags: Galian CJawa timurKonflikLingkunganNganjukTambang
Share136Tweet85Pin31

Related Posts

Berita

Kartini Muda Beraksi: Noveriana, SH dan Tantangan Nyata Perempuan dalam Mengawal Hukum

by Laila
3 days ago
335
Berita

Bahlil Tegaskan Larangan Penimbunan BBM: Pemerintah Diminta Tegas, Pengawasan Diperketat

by AJi B.K
4 days ago
340
Berita

Gerak Cepat Polsek Menganti, Massa dari Luar Wilayah Dihentikan Secara Humanis

by AJi B.K
6 days ago
350
Berita Karya

Copyright © 2026 BeritaKarya.Com.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Privacy & Policy
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kontak

Follow Us

No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Peristiwa
  • Lintas Daerah
  • Narkotika
  • Hukum
  • Kondisi Alam
  • Karya Nusantara
  • Kriminal
  • Politik
  • Opini
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Olahraga

Copyright © 2026 BeritaKarya.Com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.