
Foto Suasana Pasar ploso
Suasana pasar buah timur jalan raya hasil Revitalisasi pasar Ploso pagi ini terlihat lesu. Kios atau lapak yang biasanya ramai oleh pedagang buah, kelapa, ikan dan lain-lain kini satu persatu hengkang. Pedagang yang mengisi kios dan lapak di pasar buah Ploso sedang dilanda dilema, mereka yang berjualan di dalam gedung baru tersebut, merasakan omsetnya turun drastis.
Omset mereka turun drastis, karena pengunjung tidak mau masuk di gedung baru pasar buah yang berada di timur jalan hasil Revitalisasi pasar Ploso. Keluhan ini disampaikan tidak sedikit oleh pedagang yang menempati gedung baru pasar buah timur jalan hasil Revitalisasi pasar Ploso, omset turun drastis ini disarakan semenjak para pedagang buah, kelapa, ikan, warkop pindah dari tempat yang lama ke gedung baru berwarna orange timur jalan hasil pembangunan revitalisasi pasar ploso.
Fenomena sepinya pasar buah timur jalan ini bukan hanya dirasakan oleh pedagang buah. Pedagang Kelapa, ikan, hingga warung kopi yang menempati di dalam gedung baru mengaku omzet mereka menurun drastis. Kondisi ini kontras dengan tujuan dari program revitalisasi Pasar Ploso Jombang, yang telah menelan uang negara melalui BKK Provinsi Jawa Timur.
Diantara tujuan pengajuan pembangunan revitalisasi pasar ploso yaitu: Pertama meningkatkan daya saing agar pasar tradisional mampu bersaing dengan pasar modern. Kedua meningkatkan kesejahteraan pedagang, dengan kondisi pasar yang lebih baik dan terkelola, diharapkan omset dan pendapatan pedagang meningkat. Ketiga Mewujudkan tata kelola yang lebih baik Penataan kios atau lapak dan manajemen pasar yang lebih terorganisir untuk menghindari kesemrawutan dan konflik di masa mendatang.
LBHAM pun angkat bicara, apa yang terjadi pasca pembangunan revitalisasi pasar Ploso, terutama yang menyangkut kesejahteraan pedagang berupa omset, nah pendapatan atau omset tiap hari lebih-lebih setelah peresmian oleh Wakil Bupati Jombang pasar buah timur jalan yang mereka tempati sangat sepi pengunjung yang mengakibatkan Omset para pedagang turun drastis.
Menurut Gus Faiz Direktur LBHAM “saya sangat yakin tidak tercapainya tujuan pembangunan revitalisasi pasar ploso akibat dari dugaan adanya cacat prosedural dari awal perencanaan hingga akhir pembangunan serta cacat pengelolaan manajemen dan pemberdayaan, pasalnya dalam program revitalisasi pasar itu tidak hanya fasilitas yang direvitalisasi namun jauh lebih penting dan mendasar adalah Revitalisasi Manajemen dan Ekonomi berupa pemberdayaan”.”Saya melihat Dinas Perdagangan dan Perindustrian kabupaten Jombang hanya fokus pada revitalisasi fisik pasar Ploso yang menelan uang negara melalui BKK Provinsi Jawa Timur sebesar kurang lebih Rp 7,8 miliar, serta mengabaikan revitalisasi manajemen dan revitalisasi ekonomi pemberdayaan dan ini yang mengakibatkan Omset para pedagang turun drastis”, imbuh pria yang selama ini mengadvokasi P4 (Paguyuban Pedagang Pasar Ploso)”, imbuhnya. (Tim)














