• Latest
  • Trending
  • All
  • Opini
  • Berita
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Pemerintah
  • Lintas Daerah

Dugaan Pungli PTSL 700 Ribu di Malang, Begini Dalih Kades Jenggolo!

28 February 2026

Fakta Persidangan Mengguncang, Dugaan Cacat Prosedur di PT Rembaka Mengemuka

16 April 2026

Polres Gresik Bongkar Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi di Ujungpangkah

15 April 2026
ADVERTISEMENT

Kasus Dugaan Penganiayaan di Pasuruan Memanas, Klaim Korban Dipertanyakan

14 April 2026

Peluru Nyasar Lukai Pelajar di Gresik, Investigasi Pasmar 2 Didesak Transparan

14 April 2026

Ribuan Warga Pamekasan Sambut Kepulangan Haji Her, Gudang Bawang Mas Dipadati Massa

13 April 2026

Sidang Tambang Ilegal di PN Lamongan Ricuh, Wartawan Diusir dari Ruang Terbuka

11 April 2026

OTT KPK di Tulungagung, 16 Orang Diamankan, Nama Bupati Ikut Terseret

11 April 2026
Thursday, April 16, 2026
  • Login
Berita Karya
  • Home
  • Peristiwa
  • Bisnis
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lintas Daerah
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Bisnis
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lintas Daerah
No Result
View All Result
Berita Karya
No Result
View All Result
Home Berita

Dugaan Pungli PTSL 700 Ribu di Malang, Begini Dalih Kades Jenggolo!

AJi B.K by AJi B.K
28 February 2026 23:46
44 1

‎‎MALANG | Beritakarya.com ‎‎- Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, kini tengah menjadi sorotan tajam. Program yang seharusnya menjadi “angin segar” bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk mendapatkan legalitas aset tanah, diduga kuat justru dijadikan ajang pungutan liar (pungli) oleh oknum tak bertanggung jawab.‎‎

Kepada awak media, Kepala Desa Jenggolo, Sukadi, terkesan berdalih bahwa nominal tarikan sebesar Rp700.000 per pemohon tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama. Ia mengklaim bahwa prosedur tersebut sudah melalui pembicaraan antara Panitia PTSL dan masyarakat setempat.‎‎

RelatedPosts

Fakta Persidangan Mengguncang, Dugaan Cacat Prosedur di PT Rembaka Mengemuka

Polres Gresik Bongkar Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi di Ujungpangkah

“Keputusan tersebut sudah menjadi kesepakatan panitia dan masyarakat,” cetus Sukadi singkat saat dikonfirmasi melalui pesan elektronik WhatsApp, Jumat (27/2/2026) petang.‎‎

Tabrak SKB Tiga Menteri‎‎ namun, saat tim mencoba menggali lebih dalam mengenai dasar hukum tarikan tersebut, sang Kades memilih irit bicara. Sebagaimana diketahui, biaya PTSL untuk wilayah Pulau Jawa dan Bali telah dipatok maksimal sebesar Rp150.000 berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri (Menteri ATR/BPN, Mendagri, dan Mendes PDTT).‎‎

ADVERTISEMENT

Upaya konfirmasi mengenai mengapa kebijakan di Desa Jenggolo bisa melambung hingga hampir lima kali lipat dari ketentuan nasional tersebut tidak membuahkan jawaban detail. Kades Jenggolo enggan memberikan penjelasan mengenai payung hukum yang melegalkan beban biaya Rp700.000 kepada masyarakatnya.‎‎

DPMD Siap Panggil Kades, Camat Bungkam?‎‎Merespons kegaduhan ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang, Nurcahyo, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam. Mantan pejabat Inspektorat ini menyatakan akan segera melakukan kroscek lapangan.‎‎

“Akan kami konfirmasikan ke Kades terkait hal tersebut,” tegas Nurcahyo melalui pesan singkat pada Selasa (24/2/2026).‎‎Di sisi lain, publik justru mempertanyakan sikap Camat Kepanjen, Eno Imam Safari S.Sos. Hingga berita ini diturunkan, belum ada langkah konkret atau ketegasan dari pihak kecamatan.

Sikap diam sang Camat memicu spekulasi miring di tengah masyarakat. Menurut sumber internal yang meminta identitasnya dirahasiakan, pembiaran ini dikhawatirkan melanggar disiplin ASN sebagaimana diatur dalam PP Nomor 94 Tahun 2021.‎‎

Modus Penarikan Bukti Bayar ‎‎Berdasarkan investigasi tim di lapangan, warga Jenggolo diminta menyetor uang hingga Rp700.000 per bidang tanah untuk program PTSL tahun anggaran 2024–2025. Mirisnya, pembayaran tersebut disinyalir dilakukan tanpa kuitansi resmi.‎‎

Bahkan, terdapat informasi mengkhawatirkan bahwa dokumen bukti bayar yang sempat dipegang warga diduga ditarik kembali oleh oknum saat sertifikat dibagikan. Hal ini dialami oleh sebagian dari total sekitar 1.500 warga penerima manfaat. Praktik ini diduga sengaja dilakukan untuk menghilangkan jejak administratif pungutan di luar prosedur tersebut.‎‎

Masyarakat kini menunggu langkah tegas dari aparat penegak hukum (APH) dan Inspektorat Kabupaten Malang agar program nasional Presiden ini tidak dikotori oleh praktik-praktik yang merugikan rakyat kecil. Bersambung…

‎‎Kaperwil Jatim

Tags: Berita MalangJawa timurKasus PungliKepanjenMalangPemerintahan DesaPTSL
Share96Tweet60Pin22

Related Posts

Berita

Fakta Persidangan Mengguncang, Dugaan Cacat Prosedur di PT Rembaka Mengemuka

by AJi B.K
2 hours ago
334
Berita

Polres Gresik Bongkar Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi di Ujungpangkah

by AJi B.K
9 hours ago
339
Berita

Kasus Dugaan Penganiayaan di Pasuruan Memanas, Klaim Korban Dipertanyakan

by AJi B.K
1 day ago
335
Berita Karya

Copyright © 2026 BeritaKarya.Com.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Privacy & Policy
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kontak

Follow Us

No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Peristiwa
  • Lintas Daerah
  • Narkotika
  • Hukum
  • Kondisi Alam
  • Karya Nusantara
  • Kriminal
  • Politik
  • Opini
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Olahraga

Copyright © 2026 BeritaKarya.Com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.