
GERSIK | Beritakarya.com – Bupati Ahmad Yani menyampaikan bahwa tradisi lelang bandeng di penghujung bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah bukan sekadar agenda seremonial, tetapi merupakan warisan budaya yang sarat makna dan nilai kebersamaan bagi masyarakat Gresik (16/3/2026).
“Tradisi lelang bandeng ini adalah identitas dan kebanggaan masyarakat Gresik yang telah diwariskan secara turun-temurun. Momentum penghujung Ramadan menjadikannya semakin istimewa, karena mengandung nilai religius, kebersamaan, dan kepedulian sosial,” ujar Ahmad Yani.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen untuk terus menjaga dan mengembangkan tradisi tersebut sebagai bagian dari penguatan budaya lokal sekaligus penggerak ekonomi masyarakat, khususnya bagi para petambak bandeng dan pelaku UMKM.
“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi daerah. Bandeng kawak yang dilelang memiliki nilai tinggi dan menjadi simbol keberhasilan para petambak lokal,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ahmad Yani juga mengapresiasi seluruh pihak, termasuk aparat keamanan dan masyarakat, yang telah berperan menjaga kondusivitas selama kegiatan berlangsung.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan jajaran keamanan yang telah bersama-sama menjaga ketertiban.
Semoga tradisi ini terus lestari dan membawa keberkahan bagi kita semua, terutama di penghujung Ramadan yang penuh rahmat ini,” pungkasnya (Wan)










