
JOMBANG I Beritakarya.com – Indonesia akan kembali disuguhi fenomena astronomi langka berupa Gerhana Bulan Total (GBT) yang terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026. Peristiwa ini dapat diamati di seluruh wilayah Tanah Air, dengan catatan kondisi cuaca cerah dan tidak tertutup awan tebal.
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gerhana akan berlangsung dalam tiga fase utama, yakni fase awal, puncak, dan fase akhir.Fase awal gerhana dimulai pada pukul 08.42 UTC atau 15.42 WIB, 16.42 WITA, dan 17.42 WIT. Pada tahap ini, bayangan Bumi mulai menutupi permukaan Bulan secara perlahan.
Puncak gerhana terjadi pada pukul 11.33 UTC atau 18.33 WIB, 19.33 WITA, dan 20.33 WIT. Inilah momen ketika Bulan sepenuhnya berada dalam bayangan umbra Bumi dan tampak berwarna merah tembaga atau sering disebut sebagai “blood moon”.Sementara itu, fase akhir gerhana berlangsung pada pukul 14.24 UTC atau 20.24 WIB, 21.24 WITA, dan 22.24 WIT, saat bayangan Bumi mulai meninggalkan permukaan Bulan hingga kembali terang sepenuhnya.
Secara astronomis, gerhana bulan total terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus. Posisi Bumi di tengah menyebabkan bayangannya menutupi Bulan secara total. Tidak seperti gerhana matahari, fenomena ini aman disaksikan secara langsung tanpa alat pelindung khusus.
Masyarakat disarankan memilih lokasi terbuka dengan pandangan langit yang luas dan minim polusi cahaya agar dapat menikmati fenomena ini secara optimal. Bagi yang ingin mengabadikan momen, penggunaan kamera dengan tripod dapat membantu menghasilkan gambar yang lebih stabil dan jelas.
Fenomena ini menjadi kesempatan edukatif sekaligus reflektif bagi masyarakat untuk menyaksikan secara langsung dinamika tata surya yang terjadi secara periodik dan terukur.
Pihak BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca di wilayah masing-masing guna memastikan kondisi pengamatan yang ideal. ( Red )














