• Latest
  • Trending
  • All
  • Opini
  • Berita
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Pemerintah
  • Lintas Daerah

Ngaku “Cucu Menteri”, BGN Tutup Dua SPPG di Ponorogo Usai Dugaan Intimidasi dan Mark-Up Gizi

20 March 2026

Lonjakan Perceraian di Tulungagung, PKK Rejotangan Didorong Lebih dari Sekadar Seremonial

18 April 2026

Tabrak Lari di Gresik, Pengendara Tewas—Pelaku Kabur Tanpa Pertolongan

18 April 2026
ADVERTISEMENT

Fakta Persidangan Mengguncang, Dugaan Cacat Prosedur di PT Rembaka Mengemuka

16 April 2026

Polres Gresik Bongkar Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi di Ujungpangkah

15 April 2026

Kasus Dugaan Penganiayaan di Pasuruan Memanas, Klaim Korban Dipertanyakan

14 April 2026

Peluru Nyasar Lukai Pelajar di Gresik, Investigasi Pasmar 2 Didesak Transparan

14 April 2026

Ribuan Warga Pamekasan Sambut Kepulangan Haji Her, Gudang Bawang Mas Dipadati Massa

13 April 2026
Saturday, April 18, 2026
  • Login
Berita Karya
  • Home
  • Peristiwa
  • Bisnis
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lintas Daerah
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Bisnis
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lintas Daerah
No Result
View All Result
Berita Karya
No Result
View All Result
Home Berita

Ngaku “Cucu Menteri”, BGN Tutup Dua SPPG di Ponorogo Usai Dugaan Intimidasi dan Mark-Up Gizi

AJi B.K by AJi B.K
20 March 2026 18:48
41 3

PONOROGO | Beritakarya.com – ‎‎Ponorogo dan Blitar Skandal dugaan intimidasi dan penyimpangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencuat ke publik. ‎‎Dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Ponorogo resmi disuspensi oleh Badan Gizi Nasional (BGN) setelah muncul laporan serius dari para pengelola di lapangan.

‎‎Wakil Kepala BGN bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengambil langkah tegas usai menerima pengaduan langsung dari dua Kepala SPPG yang datang menemuinya di Blitar. ‎‎Mereka mengaku mengalami tekanan berkepanjangan dari yayasan pengelola yang diduga mencatut nama “cucu menteri”.‎‎

RelatedPosts

Lonjakan Perceraian di Tulungagung, PKK Rejotangan Didorong Lebih dari Sekadar Seremonial

Tabrak Lari di Gresik, Pengendara Tewas—Pelaku Kabur Tanpa Pertolongan

“Ini tidak bisa ditoleransi. Ada intimidasi, ada dugaan manipulasi anggaran, dan kondisi dapur juga tidak layak,” tegas Nanik Sudaryati Deyang.‎‎Dugaan Tekanan dan Penyimpangan Anggaran‎Dua Kepala SPPG, yakni Rizal Zulfikar Fikri dan Moch.

Syafi’i Misbachul Mufid, mengungkap praktik yang mereka alami selama berbulan-bulan. ‎‎Mereka menyebut adanya tekanan dari yayasan yang mengatur dapur, termasuk ancaman akan didatangkan aparat hukum jika tidak mengikuti instruksi.‎‎

ADVERTISEMENT

Lebih jauh, muncul dugaan rekayasa anggaran bahan pangan. Dari alokasi Rp10 ribu per porsi yang ditetapkan BGN, realisasi belanja disebut hanya sekitar Rp6.500. ‎‎Selisih tersebut diduga menjadi celah penyimpangan, sementara kekurangan kualitas makanan justru harus ditutup oleh kepala dapur dengan uang pribadi.

‎‎“Mau tidak mau kami nombok, kasihan siswa penerima manfaat,” ungkap salah satu pelapor dengan nada emosional.‎‎Kondisi Dapur Memprihatinkan‎Menindaklanjuti laporan itu, BGN langsung menurunkan tim inspeksi. ‎‎Hasilnya mencengangkan. Dua dapur SPPG ditemukan dalam kondisi kotor, tidak higienis, dan jauh dari standar operasional prosedur (SOP).‎‎

Atas temuan itu, Nanik Sudaryati Deyang memerintahkan penghentian operasional. “Hentikan. Kalau perlu permanen sampai ada perbaikan serius,” ujarnya.‎‎Klaim “Cucu Menteri” Dipatahkan‎Isu yang tak kalah sensitif adalah klaim kepemilikan yayasan oleh seseorang yang mengaku sebagai cucu menteri. Namun, setelah dikonfirmasi langsung, pihak menteri membantah tegas.‎‎

Disebutkan, tidak ada anggota keluarga yang terlibat dalam pengelolaan SPPG tersebut. Bahkan, sang menteri disebut meminta agar dapur yang mencatut namanya segera ditutup jika terbukti melanggar.‎‎

Alarm Pengawasan Program Publik ‎Kasus ini menjadi peringatan keras bagi pelaksanaan program MBG yang melibatkan banyak pihak. Di satu sisi, negara menggelontorkan anggaran besar untuk pemenuhan gizi anak. ‎‎Namun di sisi lain, celah pengawasan membuka ruang bagi praktik intimidasi hingga dugaan penyelewengan.

‎‎Pengamat menilai, tindakan tegas BGN adalah langkah awal, tetapi belum cukup. Audit menyeluruh dan penegakan hukum dinilai perlu dilakukan jika terbukti ada unsur pidana seperti penipuan, penggelapan, atau penyalahgunaan wewenang.‎‎

Hingga kini, operasional dua SPPG tersebut masih dihentikan sementara. BGN memastikan investigasi terus berjalan dan tidak menutup kemungkinan kasus ini berlanjut ke ranah hukum.

‎‎Kasus ini menegaskan satu hal: program sosial sebesar apa pun bisa runtuh jika pengawasan lemah dan kekuasaan—atau klaim atasnya—disalahgunakan.‎‎

Kaperwil Jatim

Tags: Berita NasionalCucu MenteriDugaan KorupsiIntimidasiJawa timurMakan Bergizi GratisMark Up AnggaranProgram PemerintahSkandal MBGSPPG Ponorogo
Share93Tweet58Pin21

Related Posts

Berita

Lonjakan Perceraian di Tulungagung, PKK Rejotangan Didorong Lebih dari Sekadar Seremonial

by AJi B.K
3 hours ago
334
Berita

Tabrak Lari di Gresik, Pengendara Tewas—Pelaku Kabur Tanpa Pertolongan

by AJi B.K
3 hours ago
334
Berita

Fakta Persidangan Mengguncang, Dugaan Cacat Prosedur di PT Rembaka Mengemuka

by AJi B.K
3 days ago
335
Berita Karya

Copyright © 2026 BeritaKarya.Com.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Privacy & Policy
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kontak

Follow Us

No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Peristiwa
  • Lintas Daerah
  • Narkotika
  • Hukum
  • Kondisi Alam
  • Karya Nusantara
  • Kriminal
  • Politik
  • Opini
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Olahraga

Copyright © 2026 BeritaKarya.Com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.