
SURABAYA I Beritakarya.com – Polres Pelabuhan Tanjungperak, Kepolisian Daerah Jawa Timur, menegaskan larangan kegiatan Sahur On The Road (SOTR) di wilayah Surabaya selama bulan Ramadhan. Langkah ini diikuti dengan peningkatan patroli cipta kondisi guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kabagren Polres Pelabuhan Tanjungperak, Kompol Francoise Helena Mantiri, menyatakan bahwa SOTR—terutama yang disertai penggunaan sound system berlebihan dan petasan—berpotensi memicu gangguan kamtibmas.
“Larangan ini demi keamanan dan kenyamanan bersama,” ujarnya dalam keterangan kepada Ketua Umum PJI, Hartanto Boechori, Senin (23/2/2026).
Menurutnya, pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan kegiatan SOTR kerap berujung pada konvoi liar, balap jalanan, penggunaan petasan, hingga bentrokan antar kelompok seperti tawuran dan perang sarung.
Skema Penindakan
Kepolisian menegaskan akan melakukan pembubaran di lapangan apabila ditemukan aktivitas SOTR. Sanksi yang diterapkan bersifat bertahap, mulai dari:
• Teguran dan pembinaan
• Tilang pelanggaran lalu lintas
• Proses hukum jika ditemukan unsur pidana (misalnya membawa senjata tajam atau petasan ilegal)

Sementara itu, Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjungperak, Iptu Suroto, mengimbau warga untuk melaksanakan sahur di rumah masing-masing demi menjaga ketertiban, terutama saat sebagian masyarakat lain tengah beristirahat atau beribadah.
Larangan tersebut juga ditegaskan sesuai arahan Kapolres Pelabuhan Tanjungperak, AKBP Wahyu Hidayat, sebagai bagian dari strategi preventif menjaga situasi kondusif selama Ramadhan.
Secara kebijakan, pelarangan SOTR mencerminkan pendekatan preventif berbasis pengalaman empiris. Polri memprioritaskan mitigasi risiko dibanding respons setelah kejadian. Namun, efektivitas kebijakan ini akan sangat bergantung pada:
• Konsistensi patroli dan penegakan hukum.
• Sosialisasi yang masif agar tidak menimbulkan resistensi publik.
• Alternatif kegiatan positif bagi remaja selama Ramadhan.
Jika tidak diimbangi ruang ekspresi yang konstruktif, potensi kegiatan serupa bisa saja bergeser ke bentuk lain yang lebih sulit diawasi.














