• Latest
  • Trending
  • All
  • Opini
  • Berita
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Pemerintah
  • Lintas Daerah

Penolakan Alih Fungsi Hutan Tretes Menguat, LSM Trinusa Tekan Bupati Pasuruan

30 March 2026

GMBI Peringati Harlah ke-24, Apel Akbar Hybrid di Trawas Usung Tema Solidaritas Tanpa Batas

30 March 2026

Pelaku Pencabulan Anak Ditangkap Usai 2 Tahun Buron, Publik Sorot Kinerja Polresta Kota Mojokerto

30 March 2026
ADVERTISEMENT

Surat Kuasa Muhammad Amir Asmawi Dinyatakan Sah, Tim Hukum Resmi Kantongi Mandat

25 March 2026

Penangkapan Wartawan di Mojokerto: Uji Independensi Penegakan Hukum di Tengah Sorotan Publik‎‎‎

24 March 2026

Kasus OTT Wartawan Mojokerto, Dugaan Jebakan dan Peran Oknum Pengacara Terkuak

22 March 2026

Polisi Kejar Bus di Tol Tandes Demi Pemudik Tertinggal, Sistem Mudik Gratis Dipertanyakan

21 March 2026

Ngaku “Cucu Menteri”, BGN Tutup Dua SPPG di Ponorogo Usai Dugaan Intimidasi dan Mark-Up Gizi

20 March 2026
Wednesday, April 1, 2026
  • Login
Berita Karya
  • Home
  • Peristiwa
  • Bisnis
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lintas Daerah
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Bisnis
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lintas Daerah
No Result
View All Result
Berita Karya
No Result
View All Result
Home Berita

Penolakan Alih Fungsi Hutan Tretes Menguat, LSM Trinusa Tekan Bupati Pasuruan

AJi B.K by AJi B.K
30 March 2026 17:38
43 1

PASURUAN | Beritakarya.com – Rencana alih fungsi kawasan hutan di wilayah Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, memantik gelombang penolakan dari masyarakat. Polemik ini kian memanas setelah LSM Trinusa DPC Pasuruan Raya secara tegas mendesak Bupati Pasuruan untuk berpihak pada aspirasi warga dan menghentikan rencana tersebut.

Kawasan hutan Tretes selama ini dikenal sebagai benteng alami yang menjaga keseimbangan ekosistem pegunungan. Warga menilai, hutan tersebut bukan sekadar kawasan hijau, melainkan penyangga utama resapan air yang melindungi wilayah di bawahnya dari ancaman banjir dan longsor.

RelatedPosts

GMBI Peringati Harlah ke-24, Apel Akbar Hybrid di Trawas Usung Tema Solidaritas Tanpa Batas

Pelaku Pencabulan Anak Ditangkap Usai 2 Tahun Buron, Publik Sorot Kinerja Polresta Kota Mojokerto

“Kalau hutan dikurangi, dampaknya pasti ke bawah. Air bisa meluap, tanah jadi labil. Kami yang akan pertama merasakan akibatnya,” ungkap salah satu warga dengan nada khawatir.

Ketua DPC Trinusa Pasuruan Raya, Eric, angkat suara lantang. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh setengah hati dalam menyikapi persoalan ini.

“Bupati Pasuruan harus berani berdiri di depan membela aspirasi masyarakat Tretes. Jangan sampai alih fungsi hutan ini dipaksakan tanpa evaluasi menyeluruh. Hutan tidak boleh dirusak dengan dalih apa pun,” tegas Eric, Minggu (29/3/2026).

Menurutnya, rencana alih fungsi hutan harus dikaji ulang secara komprehensif. Ia menilai, keputusan yang tergesa-gesa hanya akan membuka potensi bencana ekologis yang dampaknya bisa berlangsung jangka panjang.

“Ini bukan hanya soal pembangunan, tapi soal keselamatan masyarakat. Kalau salah langkah, risikonya bukan kecil—bisa jadi bencana besar,” tambahnya.

Di sisi lain, isu ini juga diwarnai kepentingan pengembangan kawasan wisata Tretes yang selama ini menjadi salah satu destinasi unggulan di Pasuruan. Namun, dorongan pertumbuhan ekonomi dinilai tidak boleh mengabaikan aspek lingkungan.

Sejumlah pengamat lingkungan menilai, setiap rencana pembangunan di kawasan hutan wajib melalui proses ketat, termasuk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta dilakukan secara transparan dan melibatkan masyarakat.

“Pembangunan boleh berjalan, tapi jangan sampai merusak sistem alam yang sudah ada. Kalau ekosistem terganggu, biaya pemulihannya jauh lebih besar dibanding manfaat jangka pendek,” ujar salah satu pengamat.

Sementara itu, gelombang penolakan warga terus meluas. Aksi penyampaian aspirasi mulai bermunculan sebagai bentuk kekhawatiran atas masa depan lingkungan Tretes.

Masyarakat kini menunggu langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Apakah akan berpihak pada keselamatan lingkungan dan warga, atau tetap melanjutkan rencana yang menuai kontroversi?

Satu hal yang pasti, keputusan yang diambil hari ini akan menentukan wajah Tretes di masa depan tetap hijau dan lestari, atau berubah dengan risiko yang belum tentu bisa dikendalikan. Senin, 30 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

Kaperwil Jatim

Tags: Berita PasuruanBupati pasuruanDampak lingkunganJawa timurKebijakan kehutanan daerahPeduli lingkungan
Share94Tweet59Pin21

Related Posts

Berita

GMBI Peringati Harlah ke-24, Apel Akbar Hybrid di Trawas Usung Tema Solidaritas Tanpa Batas

by AJi B.K
1 day ago
337
Berita

Pelaku Pencabulan Anak Ditangkap Usai 2 Tahun Buron, Publik Sorot Kinerja Polresta Kota Mojokerto

by AJi B.K
2 days ago
380
Berita

Surat Kuasa Muhammad Amir Asmawi Dinyatakan Sah, Tim Hukum Resmi Kantongi Mandat

by AJi B.K
6 days ago
371
Berita Karya

Copyright © 2026 BeritaKarya.Com.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Privacy & Policy
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kontak

Follow Us

No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Peristiwa
  • Lintas Daerah
  • Narkotika
  • Hukum
  • Kondisi Alam
  • Karya Nusantara
  • Kriminal
  • Politik
  • Opini
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Olahraga

Copyright © 2026 BeritaKarya.Com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.