
Simulator berkuda milik Polisi Satwa yang digunakan untuk latihan personel guna mengurangi risiko kecelakaan saat pelatihan
JAKARTA | Beritakarya.com – Pengadaan simulator berkuda milik Polisi Satwa (Polsatwa) senilai sekitar Rp1 miliar menjadi sorotan publik setelah foto alat tersebut beredar luas di media sosial.
Sejumlah pihak mempertanyakan urgensi pengadaan alat tersebut di tengah berbagai kebutuhan lain di sektor keamanan. Nilai anggaran yang dinilai cukup besar memicu diskusi mengenai efektivitas serta prioritas penggunaan anggaran negara.
Menanggapi sorotan tersebut, pihak kepolisian menjelaskan bahwa simulator berkuda digunakan sebagai sarana pelatihan bagi personel unit Polisi Satwa yang bertugas melakukan patroli dan pengamanan menggunakan kuda.
Kepala Subdirektorat Polisi Satwa, Kombes Gatot Aris, mengatakan alat tersebut dirancang menyerupai kuda lengkap dengan perlengkapan pelana, sehingga memungkinkan anggota mempelajari teknik berkuda tanpa harus langsung menggunakan hewan.
Menurutnya, penggunaan simulator dinilai penting untuk meminimalisir risiko kecelakaan saat proses pelatihan, terutama bagi anggota yang masih dalam tahap belajar.
“Simulator ini penting untuk mengurangi risiko cedera saat latihan. Sejinak apa pun hewan, naluri alaminya tetap dapat menimbulkan potensi bahaya bagi penunggang yang belum berpengalaman,” ujar Gatot.
Ia menambahkan, simulator tersebut memiliki sejumlah fitur pelatihan, termasuk simulasi gerakan kuda dan latihan teknik dasar berkuda seperti menjaga keseimbangan, posisi duduk, serta latihan jumping.
Dengan fasilitas tersebut, anggota baru dapat memahami dasar-dasar berkuda sebelum menjalani latihan langsung menggunakan kuda yang sebenarnya.
Di sisi lain, sejumlah pengamat kebijakan publik menilai pengadaan alat dengan nilai anggaran besar tersebut perlu disertai penjelasan yang transparan kepada masyarakat.
Menurut mereka, keterbukaan informasi terkait spesifikasi alat, manfaat jangka panjang, serta proses pengadaannya penting agar tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap penggunaan anggaran negara.
Hingga kini, pihak kepolisian menegaskan bahwa pengadaan simulator berkuda tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan keselamatan pelatihan sekaligus profesionalitas anggota Polisi Satwa dalam menjalankan tugas pengamanan dan patroli.
Kaperwil










