• Latest
  • Trending
  • All
  • Opini
  • Berita
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Pemerintah
  • Lintas Daerah

Buto (Raksasa)

2 February 2026

Diduga Jadi Gudang Mafia LPG 3 Kg, Gas Subsidi Disuntik ke Tabung Besar di Nganjuk

12 March 2026

Simulator Berkuda Polisi Satwa Senilai Rp1 Miliar Jadi Sorotan, Polisi Sebut untuk Kurangi Risiko Latihan

12 March 2026
ADVERTISEMENT

Koalisi Masyarakat Sipil Desak Instruksi TNI Siaga 1 Dicabut, Dinilai Tak Sejalan dengan Konstitusi

11 March 2026

Menu MBG Lele Mentah di Pamekasan Viral, BGN Klarifikasi: sebut di Lengkapi Susu Hingga Buah Naga

10 March 2026

Misteri “Sawo Biyen”: Potret Malam Mojokerto yang Viral di Media Sosial

10 March 2026

Ambil HP yang Terjatuh di Jalan, Wanita di Ngawi Divonis 4 Bulan Penjara dengan Masa Pengawasan

10 March 2026

Buron 11 Bulan, DPO Kasus Narkotika Polres Lahat Ditangkap di Batam Saat Bekerja sebagai Sopir

10 March 2026
Friday, March 13, 2026
  • Login
Berita Karya
  • Home
  • Peristiwa
  • Bisnis
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lintas Daerah
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Bisnis
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lintas Daerah
No Result
View All Result
Berita Karya
No Result
View All Result
Home Sosial & Budaya

Buto (Raksasa)

Laila by Laila
02 February 2026 09:31
47 1
Gambar salah satu Buto yang biasa disebut Toto Kerot oleh orang Jawa

Menjadi pertanyaan, setiap ke Candi ( Bangunan Cagar Budaya ) terdapat KEPALA BUTO yang melotot betaring dan mata melotot.

Demikian juga ada 2 patung di depan pintu Candi, dua Buto bawah gada.

“Hal itu tidak dijumpai di Candi Birobudur dan Prambanan.”

RelatedPosts

Misteri “Sawo Biyen”: Potret Malam Mojokerto yang Viral di Media Sosial

Kapolres Gresik Pimpin Aksi Bersih Masjid Agung, Wujud Nyata Program ASRI Presiden Prabowo

ADVERTISEMENT

Apabila mengenal budaya Jawa yang kaya dengan falsafah, sudah sepatutnya menggunakan akal sehat mencari makna di balik sosok Buto tersebut

Termasuk patung buto di wilayah Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Dinamakan TOTOK KEROT yang tangan kirinya patah, ditemukan terpendam dalam tanah dipersawahan dan selanjutnya diangkat tahun 1981, ditengarahi ada di era kerajaan Prabu Jaya Baya.

Buto Buto disebut di atas dikenal “sebagai Dwarapala (penjaga pintu)”, berbentuk raksasa yang dipercayai bertugas melindungi kesucian tempat suci Hindu-Buddha.

Ada literasi cukup memberikan alasan secara falsafah yaitu keberadaan Kunto Dewo dan Kresno, dalam karya Mpu Seda dan Mpu Panulu membuka tabir nalar terhadap Buto -Buto yang keberadaanya ada di bangunan suci, mereferensikan saat berubahnya KRESNA menjadi menjadi BUTO sangat besar dan mengerikan, dikenal namanya BUTO BRAHALA.

Demikian juga terhadap Kunto Dewo saat berubah menjadi BUTO bernama Dewa Amral.

“Kekuatan Buto di atas dikisahkan luar biasa, mampu mengalahkan kejahatan atau perbuatan buruk yang mengancam kehidupan.”

Hal patung mengingatkan pada Nabi Sulaiman yang diperintahkan membuat patung – patung ( QS: Saba : 13. “Mereka (para jin) selalu bekerja untuk Sulaiman sesuai dengan kehendaknya”. Di antaranya (membuat) gedung-gedung tinggi, “patung-patung,” piring-piring (besarnya) seperti kolam dan periuk-periuk yang tetap (di atas tungku). “Bekerjalah wahai keluarga Daud untuk bersyukur. Sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang banyak bersyukur )”

Tentu secara nalar patung dimaksud di atas “di buat bukan untuk dijadikan BERHALA, akan tetapi di jaman itu belum ada tulisan / huruf, saat Jaman Nabi Sulaiman maka Patung dibuat bagian sarana edukatif” mengenal Tata Budi yang baik, sebagai edukatif mengenal keimanan pada Tuhan.

Hal yang dipastikan bahwa Patung Buto di candi candi tersebut dari literasi bernama “DWARAPALA”.

Patung dibuat untuk “memberikan edukasi terhadap Jiwa Yang Luhur punya Kekuatan yang besar / ilustrasinya seperti BUTO.” Ilustrasi tersebut sebagai protektif atau preventif terhadap serangan perbuatan jahat.

Dalam QS. An – Nas menyebutkan pada garis besarnya bahwa mengingat Tuhan yang disembah, Tuhannya manusia sebagai tempat berlindung, “terhadap perbuatan jahat yang membisisik – bisikan dan menusuk nusuk ke dada manusia, dari segolongan kaum Jin dan Manusia.”

Mengingat Tuhan / berzikir, membuat lipatan energi kebaikan pada psikologis ( “bagai bilangan exponensial/ berkelipatan ganda seperti bilangan berpangkat / kwadrat” ) pada jiwa manusia.

“Ilustrasi di atas diumpamakan seperti saat Kresna ( maknanya jiwa yang lurus) dan Punto Dewo ( maknanya jiwa yang suci ) berubah menjadi Buto Brahala dan Dewa Amral saat harus menghadapi kejahatan atau perbuatan penyebab dosa dosa besar, mempunyai kekuatan super yang luar biasa.

BUTO dapat dimaknai sebagai BUDI KANG TOTO, “bila masuk bangunan suci atau tempat ibadah hendaknya Budi baiknya ditata dahulu, sebab akan menghadap pada Tuhan yang suci untuk memohon.”

Tuhan itu SUCI, QS: Yasin: 83 pada garis besarmya menyampaikan bahwa “Tuhan Itu Maha Kuasa Yang Suci, atas segala sesuatu kembali kepada kuasa Nya.”

Apabila budi luhur menyertai manusia, “energi manusia tersebut mendekat pada Tuhannya, secara nalar akan mendapatkan kekuatan atas kuasaNya”

Kekuatan Tuhan yang diberikan sangat dasyat diilustrasikan bagaikan RAKSASA yang mampu menolak atau melawan energi jahat yang akan menyesatkan.

“Masuk akal saat Kresna dan Kunto Dewo yang dikenal sebagai sosok yang suci energinya saat melawan kejahatan besar menjadi Buto Menakutkan ( medapatkan energi yang besar dari Tuhan ).”

Patung patung “DWARAPALA”. pada bangunan suci, “bisa mungkin secara falsafah gambaran energi yang luar biasa dari Tuhan” saat beribadah disertai jiwa brserah diri dan budi luhur di depan Tuhan Yang Maha Esa.

“Energi di atas akan mampu menolak dan melawan ajakan berusaha berbuat dosa dan sesat.”

Tags: budaya IndonesiaButocerita rakyatlegenda Nusantaramitologi Jawaraksasa Jawawayang
Share101Tweet63Pin23

Related Posts

Berita

Misteri “Sawo Biyen”: Potret Malam Mojokerto yang Viral di Media Sosial

by AJi B.K
3 days ago
343
Berita

Kapolres Gresik Pimpin Aksi Bersih Masjid Agung, Wujud Nyata Program ASRI Presiden Prabowo

by AJi B.K
3 weeks ago
341
Berita

Gerakan Indonesia ASRI Menggema di Nganjuk, Kapolres dan Forkopimda Turun Bersama

by AJi B.K
3 weeks ago
336
Berita Karya

Copyright © 2026 BeritaKarya.Com.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Privacy & Policy
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kontak

Follow Us

No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Peristiwa
  • Lintas Daerah
  • Narkotika
  • Hukum
  • Kondisi Alam
  • Karya Nusantara
  • Kriminal
  • Politik
  • Opini
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Olahraga

Copyright © 2026 BeritaKarya.Com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.