
Foto Tebing Breksi Yogyakarta
NGANJUK I Beritakarya.com – Kisah tebing Breksi, secara kebetulan disinggahi, saat Tour Study Kampus ke Desa
Panggungharjo terletak di Kecamatan Sewon, kab. Bantul Yogyakarta.
Perjalanan tersebut berkepentingan mendapatkan bahan untuk karya ilmiah.
“Desa Panggung Harjo berkemampuan memberikan kesejahteraan dan kehidupan warganya hingga memberikan bantuan biaya satu rumah, satu Sarjana“.
BUMDes Desa Panggung Harjo berprestasi (terbaik), menjadi percontohan nasional, pernah dinobatkan sebagai BUMDes terbaik nasional pada tahun 2019 dan meraih penghargaan tingkat ASEAN.
Keuntungan yang draih milyaran rupiah pertahun bahkan pernah kisahnya menembus dengan nilai aset desa 53, 6 Milyar.
Prestasi lainnya “Desa Panggungharjo juga dinobatkan sebagai Desa Anti Korupsi dan menjadi contoh desa mandiri yang sukses, diakui secara nasional“
BUMDes Desa Sewon berhasil mencatatkan keuntungan yang signifikan, dengan pendapatan rata rata mencapai Rp 6,3 miliar/ tahun, tersebut data pada tahun 2019.
“Tour study diselenggarakan tahun 2019.“
Unit Usaha Unggulan yang dikelolah Fokus pada pengelolaan lingkungan dan ekonomi, meliputi:
- “KUPAS (Kelompok Usaha Pengelolaan Sampah), mengelola sampah rumah tangga dan terbukti memberikan lingkungan sehat serta lapangan kerja;“
- Kampung Mataraman yaitu Destinasi wisata kuliner dan budaya;
- Pasar Desa dan Unit usaha digital;
- “Penyewaan Gedung Serbaguna;“
- “Bekerja sama dengan Investor Singapur mengelolah minyak nymplungan untuk bahan kosmetik dan obat-obatan“.
Perjalanan selanjutnya ke Tebing Breksi yaitu tebing “bekas galian pertambangan batu kapur yang ditransformasi menjadi destinasi wisata populer berbasis komunitas.“
Diresmikan oleh Sultan HB X pada 30 Mei 2015.
Tebing dihiasi pahatan artistik, dari tinjauan sisi geologi tebing tersebut berasal “dari endapan abu vulkanik Gunung Api Purba Nglanggeran” yang mengeras selama jutaan tahun.
Sebelumnya selama puluhan tahun, “warga Sambirejo menambang batu ini untuk bahan konstruksi,” membuat area tersebut menjadi tebing-tebing raksasa yang gersang.
“Tahun 2014, pemerintah menghentikan aktivitas tambang karena statusnya sebagai cagar budaya geologi.“
Atas inisiatif warga di
Transformasi menadi destinasi Wisata. Tebing gersang disulap menjadi taman wisata.
Tebing-tebing dipahat dengan relief wayang dan naga oleh seniman lokal.
Dampak Ekonomi dari Keberhasilan mentranformasi Tebing Breksi, mengubah desa yang dulu nyaris putus harapan, kini punya pendapatan asli desa yang melesat drastis.
Pendapatan Desa Sambirejo mencapai Rp. 1,3 miliar per tahun (pada 2019), pendapatan utamanya berasal dari “tiket masuk sukarela, parkir, kuliner, serta jasa sewa jeep, berhasil mengubah desa miskin menjadi maju dalam hitungan tahun.“
Tebing Breksi kini menjadi ikon wisata Kabupaten Sleman Yogyakarta, menawarkan pemandangan tebing artistik, serta view panorama Yogyakarta dari ketinggian.
Kisah di atas berharap bisa mungkin memacu, memotivasi, merangsang inovasi dan kreasi para pemimpin Desa dengan memberdayakan wilayanya, atas kreasi mengembangkan potensi yang dimiliki, “sehingga menjadi destinasi berpenghasilan milyaran rupiah, dan ANTI KORUPSI.*
Penulis : Impi Yusnandar
.













