
JOMBANG I Beritakarya.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jombang mengambil peran strategis dalam mendukung dan mensukseskan pemberangkatan sekitar 1.500 jemaah Mujahadah Kubro 1 Abad Masehi Nahdlatul Ulama (NU) menuju Stadion Gajayana, Kota Malang. Pemberangkatan yang dipusatkan di Pendopo Kabupaten Jombang tersebut berjalan tertib, aman, dan lancar berkat kesiapan serta koordinasi intensif yang dilakukan Satpol PP bersama perangkat daerah terkait.
Kegiatan pemberangkatan ini merupakan bagian dari puncak rangkaian peringatan Harlah 1 Abad Masehi Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur pada tanggal 7–8 Februari 2026. Mujahadah Kubro menjadi momentum spiritual penting bagi warga Nahdliyin untuk bermunajat, mempererat ukhuwah, serta meneguhkan komitmen kebangsaan dalam bingkai ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah.
Sebagai salah satu daerah dengan basis NU yang kuat, Kabupaten Jombang mengirimkan ribuan jemaah untuk mengikuti kegiatan tersebut. Dalam rangka memastikan proses pemberangkatan berlangsung dengan tertib, Satpol PP Kabupaten Jombang menyiagakan personel sejak awal kegiatan. Pengamanan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penataan area pendopo, pengaturan pergerakan jemaah, hingga pengendalian ketertiban di sekitar lokasi pemberangkatan.
Kepala Satpol PP Kabupaten Jombang, Samsudi, S.H., M.Si., menegaskan bahwa keterlibatan Satpol PP dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dalam mendukung kegiatan keagamaan yang membawa nilai positif bagi masyarakat, sekaligus bagian dari tugas menjaga ketentraman dan ketertiban umum.
“Kami dari Satpol PP Kabupaten Jombang mendukung penuh dan berkomitmen mensukseskan pemberangkatan jemaah Mujahadah Kubro 1 Abad Masehi NU. Kegiatan ini memiliki nilai spiritual yang tinggi dan menjadi momentum penting bagi umat, sehingga harus didukung dengan pengamanan dan pengaturan yang maksimal,” ujar Samsudi.
Ia menjelaskan bahwa Satpol PP Jombang menjalankan tugas dengan pendekatan humanis dan persuasif agar para jemaah merasa nyaman dan dapat berangkat dengan tertib. Menurutnya, keberhasilan pengamanan tidak hanya diukur dari tidak adanya gangguan, tetapi juga dari terciptanya suasana yang kondusif dan penuh kekhidmatan.
Samsudi menambahkan bahwa Satpol PP memandang kegiatan keagamaan sebagai bagian penting dari pembangunan karakter masyarakat. Nilai-nilai disiplin, kebersamaan, dan kepatuhan terhadap aturan yang tercermin dalam kegiatan Mujahadah Kubro sejalan dengan upaya Satpol PP dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap ketertiban umum.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Satpol PP tidak hanya hadir dalam penegakan aturan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan dan sosial. Ketertiban yang dibangun dari kesadaran moral akan lebih kuat dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Satpol PP, serta organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama. NU dinilai memiliki peran besar dalam menjaga moderasi beragama, persatuan, dan stabilitas sosial, khususnya di Kabupaten Jombang yang dikenal sebagai Kota Santri.
Peringatan Harlah 1 Abad Masehi NU melalui Mujahadah Kubro juga menjadi sarana doa bersama untuk keselamatan bangsa dan daerah. Oleh karena itu, Satpol PP Jombang memastikan seluruh rangkaian pemberangkatan berjalan sesuai dengan ketentuan, sehingga para jemaah dapat mengikuti kegiatan dengan khusyuk dan aman.
Dengan peran aktif Satpol PP Kabupaten Jombang, pemberangkatan jemaah Mujahadah Kubro 1 Abad Masehi NU tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga mencerminkan kuatnya kolaborasi antara aparat pemerintah dan elemen keagamaan. Satpol PP Jombang berharap semangat kebersamaan dan nilai-nilai akhlak mulia yang tumbuh dari kegiatan tersebut dapat terus terjaga dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Jombang.(en)














