
PAMEKASAN | Beritakarya.com – Video yang memperlihatkan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa lele mentah di salah satu sekolah di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, memicu polemik di media sosial. Rekaman tersebut menimbulkan kritik publik terhadap kualitas pelaksanaan program penyediaan makanan bagi siswa.
Menanggapi hal itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang menyatakan bahwa video yang beredar tidak menampilkan keseluruhan menu yang disiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pamekasan Pademawu Buddagan.
“Berdasarkan laporan yang kami terima, menu yang disiapkan sebenarnya lengkap. Namun dalam video yang beredar hanya terlihat sebagian menu karena pihak sekolah menolak mengeluarkan paket makanan dari kendaraan distribusi,” ujar Nanik dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).
Menurut BGN, paket makanan yang disiapkan SPPG tidak hanya berisi lele. Menu tersebut disebut terdiri dari lele marinasi, tahu dan tempe ungkep, roti pizza, telur rebus, susu full cream, serta buah naga sebagai pelengkap gizi.
BGN menegaskan bahwa seluruh menu dalam program MBG disusun dengan memperhatikan keseimbangan gizi serta standar keamanan pangan. Lembaga tersebut juga menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap setiap polemik yang muncul di lapangan.
“Program MBG menempatkan keamanan pangan dan kualitas gizi sebagai prioritas utama. Kami terus melakukan pemantauan serta evaluasi agar proses penyiapan hingga distribusi makanan berjalan sesuai standar,” kata Nanik.
Namun di sisi lain, pihak sekolah di Pamekasan sebelumnya menolak menerima 1.022 porsi makanan MBG yang dikirim untuk siswa SMA Negeri 2 Pamekasan. Penolakan dilakukan karena menu yang diterima disebut berisi ikan lele mentah, bahkan ada yang masih hidup di dalam kemasan makanan.
Dalam paket tersebut, lele disebut dimasukkan dalam satu kotak bersama dua potong tahu dan dua potong tempe tanpa proses pengolahan. Kondisi itu menimbulkan bau amis yang menyengat sehingga pihak sekolah memutuskan menolak distribusi makanan tersebut.
Ahli Gizi SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan, Fikri Kuttawakil, menjelaskan bahwa penggunaan lele marinasi dalam menu MBG memiliki pertimbangan gizi dan ketahanan pangan.
“Lele dimarinasi agar kandungan gizinya tetap terjaga dan protein yang diberikan kepada penerima manfaat tetap optimal. Dengan proses marinasi, lele juga dapat bertahan hingga satu hari,” ujar Fikri.
SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan diketahui melayani sekitar 3.329 penerima manfaat yang terdiri dari siswa SMA/SMK/MA, SMP/MTs, PAUD/TK, SLB, tenaga pendidik, serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di wilayah tersebut.
Meski BGN telah memberikan klarifikasi, polemik ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan distribusi serta transparansi dalam pelaksanaan program MBG, terutama untuk memastikan kualitas makanan yang diterima masyarakat sesuai dengan standar yang dijanjikan pemerintah.
Kaperwil Jatim










