• Latest
  • Trending
  • All
  • Opini
  • Berita
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Pemerintah
  • Lintas Daerah

Ngaku “Cucu Menteri”, BGN Tutup Dua SPPG di Ponorogo Usai Dugaan Intimidasi dan Mark-Up Gizi

20 March 2026

Pabrik Cat PT Warnatama Cemerlang Gresik Terbakar Hebat, Dugaan Kelalaian Berpotensi Pidana

20 March 2026

Idul Fitri 1447 H Diprediksi 21 Maret 2026, Penetapan Resmi Tunggu Sidang Isbat Kemenag

20 March 2026
ADVERTISEMENT

Aliansi Peduli Jurnalis Jatim Desak Kapolda Copot Kapolres Mojokerto, Dugaan Rekayasa OTT terhadap Wartawan Menguat

19 March 2026

Pernyataan Bupati Gresik tentang Tradisi Lelang Bandeng Kawak di Penghujung Ramadan 1447 H Tahun 2026‎‎

17 March 2026

Kapolres Gresik Sidak Pos Pelayanan Alun-Alun, Pastikan Pengamanan Arus Mudik Idul Fitri Siap Total

16 March 2026

Advokat Jatim Bung Taufik Soroti Dugaan OTT “Settingan” terhadap Wartawan, Serukan Aliansi Peduli Jurnalis‎‎

16 March 2026

Sinergi Pengamanan Arus Mudik 1447 H: Pos Pelayanan Terpadu Mengkreng Kediri Resmi Beroperasi Penuh

13 March 2026
Saturday, March 21, 2026
  • Login
Berita Karya
  • Home
  • Peristiwa
  • Bisnis
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lintas Daerah
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Bisnis
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lintas Daerah
No Result
View All Result
Berita Karya
No Result
View All Result
Home Berita

Ngaku “Cucu Menteri”, BGN Tutup Dua SPPG di Ponorogo Usai Dugaan Intimidasi dan Mark-Up Gizi

AJi B.K by AJi B.K
20 March 2026 18:48
40 3

PONOROGO | Beritakarya.com – ‎‎Ponorogo dan Blitar Skandal dugaan intimidasi dan penyimpangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencuat ke publik. ‎‎Dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Ponorogo resmi disuspensi oleh Badan Gizi Nasional (BGN) setelah muncul laporan serius dari para pengelola di lapangan.

‎‎Wakil Kepala BGN bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengambil langkah tegas usai menerima pengaduan langsung dari dua Kepala SPPG yang datang menemuinya di Blitar. ‎‎Mereka mengaku mengalami tekanan berkepanjangan dari yayasan pengelola yang diduga mencatut nama “cucu menteri”.‎‎

RelatedPosts

Pabrik Cat PT Warnatama Cemerlang Gresik Terbakar Hebat, Dugaan Kelalaian Berpotensi Pidana

Idul Fitri 1447 H Diprediksi 21 Maret 2026, Penetapan Resmi Tunggu Sidang Isbat Kemenag

“Ini tidak bisa ditoleransi. Ada intimidasi, ada dugaan manipulasi anggaran, dan kondisi dapur juga tidak layak,” tegas Nanik Sudaryati Deyang.‎‎Dugaan Tekanan dan Penyimpangan Anggaran‎Dua Kepala SPPG, yakni Rizal Zulfikar Fikri dan Moch.

Syafi’i Misbachul Mufid, mengungkap praktik yang mereka alami selama berbulan-bulan. ‎‎Mereka menyebut adanya tekanan dari yayasan yang mengatur dapur, termasuk ancaman akan didatangkan aparat hukum jika tidak mengikuti instruksi.‎‎

Lebih jauh, muncul dugaan rekayasa anggaran bahan pangan. Dari alokasi Rp10 ribu per porsi yang ditetapkan BGN, realisasi belanja disebut hanya sekitar Rp6.500. ‎‎Selisih tersebut diduga menjadi celah penyimpangan, sementara kekurangan kualitas makanan justru harus ditutup oleh kepala dapur dengan uang pribadi.

‎‎“Mau tidak mau kami nombok, kasihan siswa penerima manfaat,” ungkap salah satu pelapor dengan nada emosional.‎‎Kondisi Dapur Memprihatinkan‎Menindaklanjuti laporan itu, BGN langsung menurunkan tim inspeksi. ‎‎Hasilnya mencengangkan. Dua dapur SPPG ditemukan dalam kondisi kotor, tidak higienis, dan jauh dari standar operasional prosedur (SOP).‎‎

Atas temuan itu, Nanik Sudaryati Deyang memerintahkan penghentian operasional. “Hentikan. Kalau perlu permanen sampai ada perbaikan serius,” ujarnya.‎‎Klaim “Cucu Menteri” Dipatahkan‎Isu yang tak kalah sensitif adalah klaim kepemilikan yayasan oleh seseorang yang mengaku sebagai cucu menteri. Namun, setelah dikonfirmasi langsung, pihak menteri membantah tegas.‎‎

Disebutkan, tidak ada anggota keluarga yang terlibat dalam pengelolaan SPPG tersebut. Bahkan, sang menteri disebut meminta agar dapur yang mencatut namanya segera ditutup jika terbukti melanggar.‎‎

ADVERTISEMENT

Alarm Pengawasan Program Publik ‎Kasus ini menjadi peringatan keras bagi pelaksanaan program MBG yang melibatkan banyak pihak. Di satu sisi, negara menggelontorkan anggaran besar untuk pemenuhan gizi anak. ‎‎Namun di sisi lain, celah pengawasan membuka ruang bagi praktik intimidasi hingga dugaan penyelewengan.

‎‎Pengamat menilai, tindakan tegas BGN adalah langkah awal, tetapi belum cukup. Audit menyeluruh dan penegakan hukum dinilai perlu dilakukan jika terbukti ada unsur pidana seperti penipuan, penggelapan, atau penyalahgunaan wewenang.‎‎

Hingga kini, operasional dua SPPG tersebut masih dihentikan sementara. BGN memastikan investigasi terus berjalan dan tidak menutup kemungkinan kasus ini berlanjut ke ranah hukum.

‎‎Kasus ini menegaskan satu hal: program sosial sebesar apa pun bisa runtuh jika pengawasan lemah dan kekuasaan—atau klaim atasnya—disalahgunakan.‎‎

Kaperwil Jatim

Tags: Berita NasionalCucu MenteriDugaan KorupsiIntimidasiJawa timurMakan Bergizi GratisMark Up AnggaranProgram PemerintahSkandal MBGSPPG Ponorogo
Share92Tweet58Pin21

Related Posts

Berita

Pabrik Cat PT Warnatama Cemerlang Gresik Terbakar Hebat, Dugaan Kelalaian Berpotensi Pidana

by AJi B.K
23 hours ago
344
Berita

Idul Fitri 1447 H Diprediksi 21 Maret 2026, Penetapan Resmi Tunggu Sidang Isbat Kemenag

by AJi B.K
23 hours ago
334
Berita

Aliansi Peduli Jurnalis Jatim Desak Kapolda Copot Kapolres Mojokerto, Dugaan Rekayasa OTT terhadap Wartawan Menguat

by AJi B.K
2 days ago
341
Berita Karya

Copyright © 2026 BeritaKarya.Com.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Privacy & Policy
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kontak

Follow Us

No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Peristiwa
  • Lintas Daerah
  • Narkotika
  • Hukum
  • Kondisi Alam
  • Karya Nusantara
  • Kriminal
  • Politik
  • Opini
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Olahraga

Copyright © 2026 BeritaKarya.Com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.