
Laut, 73 Km Selatan Kab-Blitar-Jatim, Tematik Foto
JAWA TIMUR I Beritakarya.com — Aktivitas gempa bumi tercatat meningkat di wilayah laut selatan Jawa Timur pada Sabtu (21/2/2026) dini hari hingga pagi. Berdasarkan laporan resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, sedikitnya tujuh gempa dengan magnitudo 2,3 hingga 3,4 terjadi berurutan di perairan selatan Blitar, Trenggalek, Jember, dan Lumajang.
Rentang waktu kejadian cukup rapat, dimulai pukul 01.11 WIB hingga 09.28 WIB. Lokasi gempa mayoritas berada di zona laut, dengan jarak 30 hingga 249 kilometer dari garis pantai. Kedalaman bervariasi, mulai dari sangat dangkal 5 kilometer hingga 104 kilometer.

Laut, 58 Km BaratDaya TRENGGALEK- JATIM, Tematik Foto
Pola Klaster dalam Satu Hari
Secara magnitudo, gempa-gempa tersebut tergolong kecil dan tidak berpotensi merusak. Namun frekuensi kemunculan dalam satu hari memunculkan perhatian tersendiri.
Gempa pertama tercatat bermagnitudo 2,6 di 73 kilometer selatan Blitar dengan kedalaman 11 kilometer. Disusul gempa 3,3 dan 3,4 magnitudo di barat daya Jember dan selatan Lumajang. Sementara gempa terdalam terjadi di 58 kilometer barat daya Trenggalek pada kedalaman 104 kilometer.

Laut, 223 Km BaratDaya JEMBER-JATIM, Tematik foto
Secara teknis, pola ini mengindikasikan aktivitas tektonik regional, bukan gempa tunggal yang berdiri sendiri. Wilayah selatan Jawa memang berada di zona subduksi aktif akibat pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia.
Apakah Ini Tanda Gempa Besar?
Pertanyaan yang sering muncul dalam situasi seperti ini adalah apakah gempa kecil beruntun merupakan “pemanasan” menuju gempa besar.

Laut, 186 Km BaratDaya JEMBER-JATIM, Tematik foto
Secara ilmiah, tidak ada bukti langsung bahwa rangkaian gempa bermagnitudo 2–3 otomatis menjadi pendahulu gempa besar. Dalam banyak kasus, gempa kecil justru merupakan pelepasan energi bertahap akibat penyesuaian tekanan lempeng.
Selain itu, magnitudo di bawah 4,0 umumnya tidak cukup kuat untuk memicu tsunami, terlebih mayoritas gempa terjadi di kedalaman menengah hingga dalam.

Laut, 38 Km BaratDaya LUMAJANG-JATIM, Tematik foto
Zona Selatan Jawa Memang Aktif
Perairan selatan Jawa dikenal sebagai salah satu zona tektonik paling aktif di Indonesia. Sejarah mencatat wilayah ini beberapa kali mengalami gempa besar akibat aktivitas megathrust. Namun dalam konteks kejadian 21 Februari ini, belum ada indikator anomali signifikan selain peningkatan frekuensi dalam satu hari.

Laut, 249 Km Selatan LUMAJANG-JATIM, Tematik foto
Yang perlu dicermati adalah konsistensi lokasi di sektor selatan Jawa Timur. Bila aktivitas berlanjut dalam beberapa hari ke depan dengan tren magnitudo meningkat, barulah dapat dikaji sebagai potensi swarm tektonik.

Laut, 34 Km Tenggara LUMAJANG-JATIM, Tematik foto
Imbauan dan Mitigasi
Meski tidak berpotensi merusak, masyarakat di pesisir selatan Jawa Timur tetap diimbau untuk:
• Tidak mudah terpengaruh isu gempa besar tanpa rilis resmi.
• Memastikan jalur evakuasi tsunami tetap dikenali.
• Memantau informasi resmi dari BMKG.
Aktivitas gempa kecil adalah bagian dari dinamika geologi kawasan ini. Kewaspadaan penting, namun kepanikan berlebihan tidak diperlukan.
Situasi masih dalam pemantauan otoritas terkait. ( Red )














