
MOJOKERTO | Beritakarya.com — Praktik promosi judi online kini memasuki fase yang semakin mengkhawatirkan. Jaringan pengelola situs judi diduga mulai memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk memanipulasi konten digital guna menarik korban baru.
Modus yang digunakan tidak lagi sekadar iklan konvensional. Para pelaku diduga memproduksi video deepfake, yakni rekayasa visual dan suara yang memalsukan wajah serta suara tokoh terkenal. Konten tersebut kemudian disebarkan melalui berbagai platform media sosial, seolah-olah figur publik benar-benar memberikan promosi atau testimoni terhadap situs judi online.
Teknologi ini membuat masyarakat semakin sulit membedakan antara konten asli dan rekayasa. Dalam sejumlah video yang beredar, beberapa selebritas hingga tokoh publik terlihat seperti sedang menceritakan pengalaman memenangkan uang dalam jumlah besar dari bermain judi online.
Praktik manipulasi ini dinilai sangat berbahaya karena secara sengaja menyesatkan publik dan memanfaatkan kepercayaan masyarakat terhadap figur terkenal untuk mempengaruhi keputusan mereka.
Pengamat keamanan digital menilai operasi promosi judi berbasis AI ini kemungkinan bukan dilakukan oleh individu, melainkan bagian dari jaringan terorganisir lintas negara.
Produksi konten dilakukan secara massal dengan menggunakan bahasa Indonesia untuk secara spesifik menargetkan pengguna internet di Tanah Air.
Ironisnya, meskipun promosi judi online semakin agresif dan memanfaatkan teknologi canggih, penindakan terhadap jaringan di baliknya dinilai belum optimal. Setelah satu situs diblokir, situs baru kerap muncul kembali dengan nama dan domain berbeda.
Aktivis literasi digital menegaskan bahwa penggunaan AI untuk memanipulasi informasi demi mempromosikan judi online merupakan bentuk penipuan digital serius yang berpotensi merusak masyarakat, terutama generasi muda yang menjadi pengguna aktif media sosial.
“Ini bukan sekadar promosi judi. Ini adalah manipulasi teknologi untuk menjebak masyarakat,” ujar salah satu pemerhati keamanan siber.
Masyarakat pun diimbau untuk lebih waspada terhadap video atau konten yang menampilkan tokoh terkenal mempromosikan situs tertentu. Besar kemungkinan konten tersebut merupakan hasil rekayasa teknologi AI yang sengaja dibuat untuk menipu publik.
Jika tidak segera ditangani secara serius oleh otoritas terkait, penggunaan teknologi AI oleh jaringan judi online dikhawatirkan akan berkembang menjadi propaganda digital yang semakin sulit dilacak dan diberantas.
Kaperwil Jatim










